[PLN] Listrik KEDIRI vs Listrik DEPOK

29 Sep 2012

75adb9af32ff56e5bb56e6e3a876fcba_fight-spam

Entah sengaja atau tidak, ketika saya akan memulai membuat postingan ini tiba-tiba lampu di FT-UI mati (bukan fiktif tapi nyata)! Yah…. Apes banget, tetapi itu tidak membuat Fakultas Teknik UI sepi, malah semua teman-teman yang ada di dekat saya bercanda-bercanda tidak jelas hehe. tapi ada sedikit masalah, saat saya dan teman-teman saya mau berjalan ke Kantek (kantin Teknik), tiba-tiba ada suara: …dukkk aaaahhhh…… ternyata salah satu senior saya kepalanya mengenai tembok kantin saat berjalan keluar, hahahahaha

f5bca68e1c1d752b44adf7eaa881ba06_ketawa2

saya dan teman-teman saya menyempatkan untuk tertawa, sebenarnya tidak menyempatkan tetapi memang tidak kuat untuk menahan tawa hehe, tetapi ternyata apes yang kami terima, senior kami marah-marah lalu memanggil teman-temannya dan menceritakan semuanya kepada mereka. Kami ketakutan setengah mati tetapi hal yang tak terduga datang, ternyata senior saya yang lain juga tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari senior saya yang kepalanya mengenai tembok tadi, karena saya dan teman-teman saya sudah tidak kuat lagi menahan tawa, ahirnnya kami semua ikut tertawa bersama senior-senior yang lain, dan ujung-ujungnya senior yang kepalanya kebentur tembok tadi juga ikut tertawa hahaha, sumpah bikin sakit perut hehehe.

94562b2ed345fd39dd7f59c018400dc2_ketawa2

Baiklah kembali ke topik, perkenalkan saya riki mahasiswa Teknik Mesin dari UI, saat iklan lomba blog ini saya lihat di blogdetik saya langsung tertarik untuk ikut serta, karena sebenarnya dunia listrik juga tidak terlalu jauh dari dunia saya.

mesin-ui-muhammad-riki

Sebagai awal, mari sedikit membahas mengenai jurusan saya dan kenapa dunia listrik dekat dengan dunia saya, Teknik mesin adalah cabang ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari energi dan sumber energinya serta aplikasi dari prinsip fisika untuk analisa, desain, manufaktur dan pemeliharaan sebuah sistem mekanik. Mahasiswa Teknik Mesin selain harus dapat menguasai dasar dari ilmu pasti (matematika, fisika, kimia), mereka juga harus memahami berbagai konsep termasuk mekanika, kinematika, termodinamika dan energi. Nah untuk prospek kerjanya, salah satunya adalah bisa bekerja di perusahaan pembangkit listrik, seperti PLN, PLTA, PLTU, dan PLTG serta perusahaan minyak dan gas bumi. Jadi sudah cukup jelas bahwa dunia listrik juga tidak jauh dari dunia saya, lagi pula saya berminat untuk bergabung di UKM robotika yang mana menurut saya gabungan dari ilmu kelistrikan, computer, dan mekanika, sangat pas dengan passion saya. :)

31ca8ca296473dc9e4d545bfdcede540_tuzki_jago-5

Lalu apa hubungannya dengan PLN?? Hubungannya adalah “saya anak teknik mesin dan saya ingin ikut berkontribusi dalam masalah krisis energy listrik di Indonesia ini!!” tetapi setelah saya mendapat cukup ilmu dulu tentunya hehehe. Sebenarnya sudah sangat banyak inovasi-inovasi para mahasiswa dan non mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam penyelamatan krisis energy di Indonesia ini, misalnya pengelolaan kotoran, sampah organic, dan lain sebagainya yang dijadikan sebagai sumber energy baru, tetapi hal itu akan tampak percuma kalau tidak di imbangi oleh oknum-oknum yang lain, yang saya madsud oknum di sini adalah perusahaan pengembang inovasi-inovasi tersebut dan para masyarakat yang mau bersabar untuk menghemat penggunaan listrik.

_depok

Keadaan di kota-kota besar sangatlah berbeda dengan keadaan di daerah saya Kediri, di Kediri masih sering terjadi pemadaman bergilir dan warga diminta untuk berhemat, tetapi menurut pendapat saya pribadi penggunaan listrik di daerah saya sudah termasuk tidak boros, karena rata-rata mereka adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah, alat elektronik yang ada di rumah mungkin hanya lampu-lampu dan TV, terdengar sangat sederhana bukan? yah maklum saja, pekerjaan yang mayoritas dikerjakan masyarakan desa saya adalah bertani, berkebun, berternak dan sebagai tukang. Jika ditawari seles untuk membeli AC, pasti langsung di tolak, pertimbangannya si cukup sederhana, yaitu karena akan membuat biaya pembayaran listrik semakin tinggi. “Ealah, yo listrik e mbayar e larang….” kata nenek saya. Dan kenyataannya bukan hanya nenek saya yang merasa pembayaran akan berlipat jika menggunakan daya listrik lebih, tetapi juga tetangga saya dan hampir semua warga di desa saya. Jadi kesimpulannya warga desa saya di kediri merasa penghematan dalam memakai daya listrik itu sangat perlu untuk menekan biaya pembayarannya, bukan karena mereka tau akan sumber energi yang semakin menipis.

Sekarang bagaimana jika dibandingkan dengan penggunaan alat-alat elektronik di daerah perkotaan misalnya daerah yang saya temui di dekat saya sekarang ini, Depok. Bahkan untuk keluarga kalangan menengah sudah sangat banyak barang elektronik yang di punyai, contoh sederhana AC. Bahkan saya pernah melihat kedalam rumah salah satu teman saya yang bisa dikatakan kurang mampu, dan apa yang saya dapat adalah lemari es, tv, mesin cuci, pompa air, dan bahkan AC!! lumayan kaget si, tetapi saat saya tanya dia hanya menjawab “tau tu si nyokap“, dan ketika saya bertanya lagi mengenai biaya yang harus di keluarkan untuk pembiayaannya dia hanya menjawab kalau tidak tahu, semua adalah urusan ibunya. Banyak sekali yang saya pikirkan ketika menerima jawaban-jawaban dari teman saya tadi, dan yang lebih membuat saya kaget lagi adalah jarangnya pemadaman yang dilakukan oleh PLN.

Hal ini sangat kontras dengan daerah saya di desa yang mana sudah berhemat tetapi tetap saja sering terjadi pemadaman. apakah sesuatu yang tidak adil sedang terjadi? saya sendiri belum berani untuk menduga bahwa PLN pilih kasih karena menurut saya para pekerja PLN adalah orang-orang pintar dan berpendidikan, mereka pasti berpikir dahulu sebelum menggambil suatu keputusan. Tetapi tetap saja saya bingung, bukan kepada PLN lagi tetapi kepada SEBAGIAN penduduk kota depok yang sepertinya sedikit acuh dengan penggunaan listrik, bahkan AC sudah menjadi item wajib di rumah-rumah.

Di desa saya walaupun dia termasuk golongan kaya tetapi di rumahnya tetap tidak ada AC, mungkin dari pembaca ada yang berpikiran bahwa di depok panas dan di Kediri dingin, itu semua salah, di Kediri juga cukup panas, yang sejuk tentu lah malang. Saya juga binggung dengan penyebab semua ini, apakah karena sudah menjadi kebiasaan? Gengsi? Malas panas-panas an? atau memang kebutuhan? Kebanyakan di daerah saya jika siang hari yang sangat terik sedang kepanasan, mereka hanya memakai Koran untuk mengipasi badan mereka, untuk warga kalangan atas mereka menggunakan kipas angin. Dibawa merupakan gambar dari rumah saya yang terdiri dari sedikit alat-alat elektronik. AC tdak ada.

Rumah Orangtua Muhammad Riki di Kediri

Terus kenapa di desa saya kediri lebih sering ada pemadaman listrik dibandingkan di Depok?? Simpan dulu hipotesa tersebut. Hal lain yang membuat saya bingung adalah ketika PLN sedang berkonsentrasi menyebarkan area listrik ke pelosok-pelosok, yang otomatis membuat kapasitas listrik yang tersedia semakin terbatas. Dan dampaknya mungkin yang desa saya rasakan, sudah hemat tetapi tetap saja sering mati listrik, sangat berbeda dengan keadaan di kota-kota besar yang mana listrik lebih bisa bertahan lama. Jadi bukan merupakan salah dari pihak PLN kan? krena PLN tidak hanya memikirkan sekelompok masyarakat, tetapi seluruh masyarakat indonesia.

Kembali ke hipotesa, sebenarya saya juga tidak tahu jawaban dari hipotesa saya di atas tetapi mungkin karena di depok perekonomiannya lebih pesat maka yang terkena dampak pemadaman adalah desa-desa kecil seperti desa saya Kediri, dan Depok menjadi lebih prioritas. Yah memang terkadang prioritas juga penting, coba kalau kota bear seperti Jakarta atau Depok sering mati listrik dan desa kecil seperti desa saya listrik non stop, pasti akan banyak masalah baru yang akan terjadi.

Selain di depok saya juga menemui hal yang sangat membuat saya miris, yaitu penggunaan listrik di kampus saya Universitas Indonesia. Setiap gedung di lengkapi dengan AC kualitas tinggi, belum lagi peralatan elektronik lain seperti lampu-lampu, alat lab, TV, Komputer, dan lain-lain. Terus terang saya agak sedih dengan keadaan seperti ini karena di luar sana banyak yang belum bisa menikmati listrik tetapi di sini listrik banyak yang di hambur-hamburkan. Tapi mau bagaimana lagi, walaupun saya protes pasti juga tidak di anggap, hal ini dikarenakan sudah menjadi kewenangan Universitas. Yah harapan saya ada kakak aktivis yang tergerak hatinya untuk memperjuangkan gerakan penghematan listrik di UI dan sekitar.

Dalam kasus-kasus pembuangan daya listrik secara percuma dan biasanya mengakibatkan pemadaman bergilir, saya sangat tidak setuju jika pihak PLN yang menjadi bahan cemooh masyarakat! Pasalnya dari pemerintah dan PLN sendiri sudah gempor-gempor untuk mencanangkan hemat listrik, tapi kenyataannya tetap saja listrik tidak dihargai, memakai sesukanya tampa memikirkan dampak dari penggunaan yang tidak hemat tersebut.

Terus apa solusinya?? Kalau menurut saya menaikkan tarif pada para pengguna yang menggunakan daya diatas daya rata-rata yang digunakan adalah langkah yang cukup bagus. Selain itu hal ini juga dapat membuat para pengguna menengah keatas agak mengeluarkan sedikit lebih uang hehehe… kan kasian juga kalau yang kebawah pemakaian listrik hanya sedikit tetapi bayarnya mahal. Selain itu dengan pulsa prabayar, kan dengat cara tersebut para pelanggan dapat sadar diri untuk berhemat, hehehe

Sekarang mari pembahasan kita pindah ke pihak PLN sendiri. Setelah mencari kabar-kabar dari berita ternyata saya mendapati ada beberapa langkah untuk menuju PLN kedepan ke yang lebih baik, salah satunya melakukan berbagai gerakan radikal untuk terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Langkah yang di ambil adalah PLN menggandeng Transparency International Indonesia (TII) untuk membenahi pengadaan barang dan jasa pelayanan. Hal ini disebabkan beberapa kasus seperti ketika dalam lelang PLTU Jawa Tengah 2×1.000 MW yang dilakukan oleh PLN banyak sekali tekanan yang masuk ke dalam direksi.

Dengan visi “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.” Sangat aneh jika masih terdapat penyelewengan-penyelewengan di dalam internal PLN sendiri. Apa lagi dengan moto “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik” yang sangat mulia. Sudah semestinya jika pihak PLN terus meningkatkan kinerjanya.

Kata Dahlan Iskan, mantan Dirut PLN yang saat ini telah menjabat sebagai Menteri BUMN, ada lima musuh utama yang harus dikalahkan oleh PLN. Kelima musuh tersebut adalah krisis listrik, daftar tunggu, gangguan trafo, gangguan penyulang dan pasokan gas PLN. Memang agak susah untuk yang pertama, pasalnya menurut saya pribadi krisis listrik juga dikarenakan PLN sekarang sedang berusaha untuk memeratakan listrik sampai ke pelosok-pelosok desa, sehingga tidak menutup kemungkinan kalau listrik mengalami krisis.

Dan saya yakin dengan segala upaya, PLN pasti akan mempersembahkan pelayanan yang terbaik untuk para pelanggannya, bukan hanya dengan peningkatan kualitas tetapi juga pembersihan internal dan penyelesaian masalah-masalah (musuh) yang ada.

Jika anda membaca artikel ini apakah anda tau seberapa penting listrik bagi kita? menurut saya di zaman yang serba elektronik ini listrik sudah menjadi kebutuhan primer yang tak tergantikan, bahkan untuk situasi-situasi yang kurang menguntungkan. Kita ambil misal ketika terjadi bencana alam. Coba bayangkan ketika sedang terjadi suatu bencana, selain tim sar dan para donatur siapa lagi sosok yang paling di perlukan? sosok yang paling dibutuhka dalah pihak PLN, memang donatur dan tim sar sangat di butuhkan, tetapi tampa bantuan listrik yang memadai apakah bisa lancar?? yang ada mereka (tim sar) malah kewalahan menghadapi medan yang sukar, apalagi pada malam hari. Jadi memang listrik itu sangat berguna dalam saat biasa ataupun saat tidak biasa, madsud saya saat genting. Dan sebenarnya masih banyak contoh-contoh lain.

Dan sekarang mari ke tujuan pokok dari artikel ini, yaitu harapan saya pribadi terhadap PLN yaitu:

  • Yang pertama saya harap PLN tetap berusaha untuk memperluas jangkauan sampai kepelosok pedesaan agar warga pelosok juga dapat menikmati listrik. Sebagai contoh kongkrit bahwa masih banyak daerah yang belum teraliri listrik adalah jawa tengah, daerah yang cukup padat dan maju. Sekertaris Daerah Jawa tengah Hadi Prabowo, menyatakan bahwa penduduk di 4.406 dusun di Provinsi jawa tengah belum bisa menikmati aliran listrik karena rasio elektrifikasi jawa tengah baru mencapai sekitar 73,63 %. Secara umum seluruh desa di jawa tengah sudah teraliri listrik, tetapi akibat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, jumlah dusun yang belum teraliri listrik menjadi cukup banyak. Data tersebut saya dapat dari berita nasional republika sekitar bulan april lalu.
  • Kedua mohon untuk ditingkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan kepada para pelanggan yang mengajukan complain atau sebagainya, hal ini nampak sederhana tetapi dapan berdampak terhadap kepercayaan masyarakan terhadap PLN sendiri. Sebagai contoh di pamenang pernah terjadi keruakan alat ukur dari PLN dan berdampak ke biaya pembayaran, pada saat itu pihak PLN tidak terlalu ambil pusing dan tetap santai, lalu warga yang merasa dirugikan ahirnya menuntut PLN dan PLN yang mendapat corengan nama baik, padahal hal tersebut disebabkan oleh kerusakan alat. yang salah siapa? coba PLN sigap membenahi alat yang rusak tersebut, pasti keadaan akan jauh lebih baik.
  • Berantas pungli, pasalnya kata salah satu teman saya di daerahnya PLN belum bersih, Banyak pungutan liar tetapi sulit untuk di ungkap, mungkin karena buktinya tidak ada. “Salah satu contoh, setiap pengajuan pasang baru diwajibkan mengeluarkan uang extra yang cukup besar jumlahnya agar bisa di proses” katanya. Dan dia juga menambahkan “kalau tidak keluar biaya meskipun sudah SLO dll, listrik tidak akan tersambung, padahal BP sudah dibayar”. Nah parah banget kan? ayo PLN semangat berantas petugas-petas yang nakal dan tak bertanggung jawab!!! Jangan sampai para pelanggan mendapati lagi  kasus-ksus serupa kasus barusan.
  • Dan yang terahir adalah tolong segera temukan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai penganti energy, karena energy yang sudah ada ini sangatlah terbatas dan semakin lama semakin menipis. Sebenarnya saya yakin masih banyak diluarsana “sesuatu” yang dapat di manfaatkan sebagai pengganti energy. Oh ya kemarin saya mendengar dosen saya berbicara mengenai energy, beliau bertanya kepada para mahasiswa teman-teman saya, “coba kalian pikir kenapa di dunia ini semua energy di konversikan ke dalam energy listrik?? kenapa alat-alat yang diciptakan shampir semua meminta energy listrik?” setelah beberapa jawaban kurang tepat ahirnya beliau menjawab bahwa energy listrik sangat lah praktis, tidak berbau, tidak berbahaya, mudah digunakan, dan universal. Beliau juga menambahkan bahwa masalah yang sedang dihadapi manusia saat ini adalah bagaimana cara membuat wadah penyimpan energy dengan sekala besar. Hehe saya sangat terangsang untuk belajar tentang hal apa yang diperlukan manusia saat sekarang ini untuk mengatasi krisis energy.

Khusus untuk yang terahir saya punya tips untuk PLN, yaitu bagaimana kalau PLN mengadakan LOMBA tentang “inovasi energy baru” atau semacamnya yang di adakan sekitar dua tahun sekali untuk para mahasiswa, inti lombanya seperti “Djarum black innovation atau biasa disingkat dengan BIA merupakan suatu kompetisi yang melombakan desain alat-alat yang merupakan pengembangan ide, sehingga memunculkan bentuk baru yang lebih kreatif. Tujuannya untuk mendorong dan merangsang masyarakat untuk dapat mengembangkan bentuk penemuan-penemuan melalui desain alat inovatif yang berguna bagi masyarakat. Dan “Pimnas” yang mana melombakan hasil kreasi atau inovasi dari mahasiswa indonesia. Pimnas adalah singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang merupakan sebuah ajang kompetisi karya kreatif mahasiswa Diploma dan S1 tingkat nasional yang diadakan oleh Dikti, dimana dalam ajang ini akan bertanding bermacam mahasiswa, dari bermacam jurusan, dan bermacam penjuru Indonesia. Jadi bisa dibilang ini adalah ajang paling bergengsinya para mahasiswa. Di ajang ini Mahasiswa bisa bersaing dengan mahasiswa se-Indonesia dan keeksisan almamater universitas.

Tidak sedikit sumbangsih para mahasiswa di banyak bidang dan jika acara ini benar-benar terealisasi maka tidak mustahil kita akan mendapat inovasi baru mengenai energy. Hal ini saya madsudkan untuk membuat trobosan-trobosan baru untuk kebutuhan energy yang semakin terbatas. Karena sebenarnya kita semua tahu bahwa para mahasiswa sangatlah kreatif, apalagi kalau sudah menyangkut kompetisi dan gengsi pada almamater masing-masing.

f93e64836f4336d431c6b8efd3dfcbc7_berharapNB: Kepada pihak PLN tolong di pertimbangkan pendapat saya tadi.

Nah terahir saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada PLN karena atas jasanya kita semua dapat menikmati listrik tampa banyak gangguan. Dan juga untuk para pengguna listrik yang belum sadar akan pentingnya listrik bagi orang lain dan masa depan, tolong untuk lebih sadar dan mau menghemat listrik. Terimakasih :)

goyangdombret

goyangdombret

goyangdombret<== Goyang dombret lucu

Sumber:
http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/353950-cara-pln-terbebas-dari-korupsi

http://www.pln.co.id/?p=102

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/12/04/13/m2ey75-4406-dusun-belum-teraliri-listrik


TAGS Lomba blog


-

Author

Follow Me